jump to navigation

Transformasi Organisasional dan MSDM 9 September 2009

Posted by wildan in MANAJEMEN SDM.
Tags: , , , , , , , , , , , , , ,
add a comment

images1Pada dasarnya semua perubahan-perubahan yang dilakukan mengarah pada efektifitas

organisasi, dan proses pengelolaan perubahan harus mencakup dua gagasan dasar, yaitu: (1) redistribusi kekuasaan dalam struktur organisasi, dan (2) redistribusi ini dihasilkan dari proses perubahan yang bersifat pengembangan (Handoko, 1996).

Berdasarkan teori tersebut di atas, sebenarnya, yang dimaksud dengan transformasi organisasional adalah perubahan-perubahan organisasional yang disebabkan oleh kekuatan-kekuatan internal dan eksternal, sifatnya radikal, atau evolusioner. Tetapi, dalam konteks transformasi organisasional sebagai wujud respon organisasi terhadap perubahan lingkungan, Ross Perot seperti dikutip oleh Walker (1988) menyatakan: “slow,gradual, evolutionary change is the same as none at all.” Perubahan-perubahan yang sifatnya lambat, bertahap, evolusioner dipandang tidak dapat mengakomodasi perubahan lingkungan yang cepat. Jadi, perubahan-perubahan organisasional yang evolusioner tidak relevan dengan perubahan lingkungan yang cepat.

Perubahan radikal dalam transformasi organisasional memunculkan tantangan berat bagi organisasi saat ini, bagaimana organisasi dapat melakukan transformasi

organisasional tanpa menimbulkan masalah, atau dampak yang menyakitkan bagi anggota organisasinya. Perubahan tidak selalu diterima oleh anggota organisasi, lebih-lebih oleh anggota yang terkena dampak perubahan tersebut. Agar perubahan yang dilakukan dapat berhasil, dan tidak menimbulkan dampak yang menyakitkan bagi anggota organisasi, organisasi tidak boleh melakukan perubahan secara terus-menerus, organisasi harus mengetahui kapan saat yang tepat untuk melakukan perubahan. perubahan besar dan perubahan kecil harus dilakukan pada interval waktu yang tepat. Ini disebut dengan dynamic stability (Abrahamson, 2000).

Misalnya, General Electric betul-betul mengetahui kapan saat yang tepat baginya

untuk melakukan perubahan besar, kapan saatnya untuk berhenti melakukan perubahan,dan kapan saatnya untuk melakukan perubahan kecil. Tahun 1980-an, GE melakukan perubahan besar, melakukan restrukturisasi, downsizing, penutupan sebagian unit bisnisnya. Perubahan besar ini tentu mempunyai dampak yang menyakitkan, tetapi perubahan ini harus dilakukan, jika tidak hal yang lebih menyakitkan akan terjadi di masa yang akan datang. Tahun 1990-an GE melakukan perubahan kecil, berupa struktur organisasi dirubah menjadi boundaryless, mengutamakan kualitas layanan kepada pelanggan. Perubahan ini berjalan lancar, tanpa hambatan (Abrahamson, 2000). Ada banyak cara atau pendekatan yang dilakukan oleh perusahaan dalam melakukan transformasi organisasional, yaitu dengan melakukan reengineering, membentuk virtual organization, high performing work teams, globalized self-managing work teams, total quality management, empowered organization, boundaryless organization.

 

Selengkapnya klik DISINI

EMPLOYEE EMPOWERMENT MINDSET 28 August 2009

Posted by wildan in MANAJEMEN SDM.
Tags: , , , , , , , ,
add a comment

employee empowerment minsetTeknologi yang digunakan oleh masyarakat menuntut kualitas pekerja tertentu untuk dapat mengoperasikan teknologi tersebut secara efektif.Pada gilirannya,tipe pekerja menentukan cara pengelolaan yang mampu menjadikan pekerja tersebut memanfaatkan secara optimum kompetensi mereka dalam mengoperasikan teknologi tersebut untuk menghasilkan value bagi customer.

Pemberdayaan karyawan (employe empowerment) merupakan trend pengelola sumber daya manusia di dalam organisasi masa depan. Pemberdayaan karyawan dilakukan di dalam organisasi perusahaan dengan focus ke penyediaan produk dan jasa bagi customers. Untuk kepuasan customerlah pada dasarnya pemberdayaan karyawan ditujukan.

MENGAPA PERLU PEMBERDAYAAN KARYAWAN

Untuk menjelaskan latar belakang mengapa pemberdayaan karyawan merupakan suatu usaha yang perlu dilaksanakan. Kita perlu melihat dua factor penting berikut ini: (1) pergeseran teknologi yang digunakan oleh masyarakat di dalam memenuhi kebutuhan produk dan jasa, (2) tipe pekerja yang pas dengan teknologi yang digunakan oleh masyarakat.

Smart Technology

Pergeseran teknologi yang digunakan oleh masyarakat merupakan pemicu timbulnya kebutuhan untuk memberdayakan karyawan, agar seluruh sumber daya yang dikuasai oleh organisasi dapat dimanfaatkan secara produktif didalam menghasilkan produk dan jasa bagi customers.sejak pertengahan abad keduapuluh,masyarakat mulai meninggalkan hard automation ke smart technology di dalam memenuhi kebutuhan produk dan jasa.

Selengkapnya disini

BAGAIMANA PERUSAHAAN TERBAIK DUNIA MENGEMBANGKAN PARA PEMIMPIN YANG UTUH 30 June 2009

Posted by wildan in LEADERSHIP.
add a comment

Ariyadi_Abstrak_Topeng_IDilengkapi dengan studi kasus dari berbagai perusahaan, Head, heart, & Guts menggambarkan langkah-langkah serta tidakan spesifik bagi para pemimpin yang ingin tumbuh melalmpaui “zona nyaman kepemimpinan” mereka. Globalisasi, strukstur yang kompleks, dan perubahan konstan dalam dunia bisnis memerlukan para pemimpin yang mampu “mengarahkan dari depan”, menentukan posisi dengan tepat, menciptakan pola hubungan yang peuh makna, dan “memikirkan kembali cara menyelesaikan banyak hal”, sekaligus membangun bisnis dan menunjukkan hasil.

Karyawan menginginkan pemimpin yang autentik; member inspirasi, kepercayaan; dan mematok standar tinggi. Jadi, “pemimpin yang utuh” harus mampu menyeimbangkan antara orang dan kebutuhan bisinis; memotivasi orang lain dari berbagai latar belakang; menciptakan kepercayaan melalui integritas yang kuat; serta secara transparan menyeimbangkan antara risiko dan hasil. Berdasarkan riset dan pengalaman melatih ribuan pemimpin, para penulis menyatakan bahwa pengembangan kepemimpinan tradisional terlalu banyak berfokus pada “kepala”. Mereka mendesak para pemimpin menggunakan kapabilitas lainnya untuk mencapai hasil para era yang penuh paradox, ambiguitas, dan tidak bisa diprediksi ini. Head, Heart, & Guts memang ditujukan untuk individu maupun organisasi yang berusaha menemukan model kepemimpinan baru serta peta arah dan cara untuk meraihnya.

Tidak semua ciri dapat dilatih atau diberikan melalui pendampingan. Misalnya jika seorang pemipin kekurangan kapasitas dan integritas, tidak ada pendekatan, bagaimanapun efektifnya, yang akan membantu anda mengembangkannya. Beberapa ciri hanya dapat muncul setelang orang menjalani serangkaian pengalaman, mengalami beberapa kegagalan, dan belajar dari kegagalan tersebut.

selengkapnya disini

MANAJEMEN STRATEGI 30 June 2009

Posted by wildan in MANAJEMEN STRATEGI.
Tags:
add a comment

ABSTRAK1Manajemen strategis merupakan proses atau rangkaian kegiatan pengambilan keputusan yang bersifat mendasar dan menyeluruh, disertai penetapan cara melaksanakannya, yang dibuat oleh pimpinan dan diimplementasikan oleh seluruh jajaran di dalam suatu organisasi, untuk mencapai tujuan.

Menurut Pearch dan Robinson (1997) dikatakan bahwa manajemen stratejik adalah kumpulan dan tindakan yang menghasilkan perumusan (formulasi) dan pelaksanaan (implementasi) rencana-rencana yang dirancang untuk mencapai sasaran-sasaran organisasi. Sedangkan pengertian manajemen strategis menurut Nawawi (2007) adalah perencanaan berskala besar (disebut perencanaan strategi) yang berorientasi pada jangkauan masa depan yang jauh (disebut visi), dan ditetapkan sebagai keputusan pimpinan tertinggi (keputusan yang bersifat mendasar dan prinsipil), agar memungkinkan organisasi berinteraksi secara efektif (disebut misi), dalam usaha menghasilkan sesuatu (perencanaan operaional untuk menghasilkan barang dan/atau jasa serta pelayanan) yang berkualitas, dengan diarahkan pada optimalisasi pencapaian tujuan (disebut tujuan strategis) dan berbagai sasaran (tujuan operasional) organisasi.

Dari pengertian-pengertian yang cukup luas tersebut menunjukkan bahwa manajemen stratejik merupakan suatu sistem yang sebagai satu kesatuan memiliki berbagai komponen yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi, dan bergerak secara serentak (bersama-sama) kearah yang sama pula. Komponen pertama adalah perencanaan strategi dengan unsur-unsurnya yang terdiri dari visi, misi, tujuan dan strategi utama organisasi. Sedangkan komponen kedua adalah perencanaan operasional dengan unsure-unsurnya sasaran dan tujuan operasional, pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen berupa fungsi pengorganisasian, fungsi pelaksanaan dan fungsi penganggaran, kebijaksanaan situsional, jaringan kerja internal dan eksternal, fungsi kontrol dan evaluasi serta umpan balik.

Read more here, file download here

Gaya, Tipologi, Model dan Teori Kepemimpinan 29 June 2009

Posted by wildan in LEADERSHIP.
Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
add a comment

absJenis, gaya, dan ciri yang menandai perkembangan kepemimpinan masa lalu dapat dilihat dari pengetahuan atau pun teori kepemimpinan yang berkembang dalam kurun waktu tersebut. Abad 20 baru saja berlalu. Kita dapat mencatat sejarah kemanusiaan yang penuh dinamika perubahan di abad itu; termasuk perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tak terkecuali perkembangan pengetahuan tentang paradigma kepemimpinan yang dapat meliputi gaya kepemimpinan, tipologi kepemimpinan, model-model kepemimpinan, dan teori-teori kepemimpinan. Sekalipun secara konseptual pada ketiganya terdapat perbedaan, namun sebagai telaan mengenai substansi yang sama akan terdapat korelasi bahkan interdependensi antar ketiganya.

  1. Gaya Kepemimpinan

Gaya kepemimpinan, pada dasarnya mengandung pengertian sebagai suatu perwujudan tingkah laku dari seorang pemimpin, yang menyangkut kemampuannya dalam memimpin. Perwujudan tersebut biasanya membentuk suatu pola atau bentuk tertentu. Pengertian gaya kepemimpinan yang demikian ini sesuai dengan pendapat yang disampaikan oleh Davis dan Newstrom (1995). Keduanya menyatakan bahwa pola tindakan pemimpin secara keseluruhan seperti yang dipersepsikan atau diacu oleh bawahan tersebut dikenal sebagai gaya kepemimpinan. Gaya kepemimpinan dari seorang pemimpin, pada dasarnya dapat diterangkan melalui tiga aliran teori berikut ini.

Teori Genetis (Keturunan). Inti dari teori menyatakan bahwa “Leader are born and nor made” (pemimpin itu dilahirkan (bakat) bukannya dibuat). Para penganut aliran teori ini mengetengahkan pendapatnya bahwa seorang pemimpin akan menjadi pemimpin karena ia telah dilahirkan dengan bakat kepemimpinan. Dalam keadaan yang bagaimanapun seseorang ditempatkan karena ia telah ditakdirkan menjadi pemimpin, sesekali kelak ia akan timbul sebagai pemimpin. Berbicara mengenai takdir, secara filosofis pandangan ini tergolong pada pandangan fasilitas atau determinitis.

Read more here, file download here

KEPEMIMPINAN ABAD 21 DALAM KAPASITAS 29 June 2009

Posted by wildan in LEADERSHIP.
Tags: ,
add a comment

kapasitasYang menjadi persoalan kita, model kepemimpinan yang bagaimana dapat memenuhi keinginan untuk mewujudkan impian dalam meraih peluang yang ada. Untuk dapat meraih peluang masa depan, maka seorang pemimpin masa depan yang disebut yang disebut dengan KEPEMIMPINAN ABAD 21, memiliki keterampilan, bakat kekuatan, dan kemampuan yang mampu mengintergrasikan otak atas (disebut juga otak kiri dan otak kanan) yang sering digambarkan sebagai “otak intelektual” dan otak bawah (disebut juga otak bawah sadar) yang digambarkan sebagai peran yang mengendalikan emosi, sikap dan insting seseorang. Dengan demikian akan memiliki keterampilan-keterampilan manajemen untuk melaksanakan “how to make the right decision at the right time”.

KOMPLEKSITAS :

Berdasarkan kamus bahasa Indonesia, kompleksitas berarti kerumitan, keruwetan, tetapi bila kita merujuk pada tingkat differensiasi didalam sebuah organisasi, ia mengandung makna kooordinasi, komunikasi dan kontrol.

Bentuk differensiasi tersebut dapat :
1) Berbentuk horizontal artinya tingkat differensiasi antara unit-unit mene-kankan pada oreintasi manusia dan peran yang mereka laksanakan yang akan terkait dengan pendidikannya dan pelatihan yang diberikan kepadanya ; 2) Berbentuk vertical artinya tingkat differensiasi yang menekankan pada orientasi kedalam struktur atau dengan kata lain yang disebut dengan jumlah tingkatan hierarki ; 3) Berbentuk spasial artinya differensiasi yang menekankan pada orientasi yang memperhatikan jarak dan jumlah, spasial merupakan perluasan differensiasi hrizontal dan vertical.

Suatu organisasi dengan tingkat kompleksitas yang tingggi akan memberi-kan pula gambaran bahwa mangkin besar pula kesukaran yang dihadapi dalam komunikasi, koordinasi dan kontrol. Oleh karena itu teknik formulasinya juga akan dipengaruhi oleh tingkat kompleksitasnya seperti penentuan seleksi, pensyaratan peran, peraturan, prosedur dan kebijakan, pelatihan dsb. Dengan demikian implementasi sentralisasi dan desentralisasi harus dapat diletakkan pada tempat yang tepat, sejalan dengan pengaruh dimensi perubahan dan globalisasi.

Jalan keluar yang harus ditempuh dengan adanya tingkat kompleksitas pada suatu organisasi diletakkan dalam suatu konsep berpikir untuk merumuskan suatu pengorganisasian yang menuju konsep fleksibilitas dan mudah dikontrol.

Read more here, file download here

Kepemimpinan Abad 21 28 June 2009

Posted by wildan in LEADERSHIP.
Tags: , ,
add a comment

negotiation JPGUraian dan pemikiran mengenai kepemimpinan Abad 21 ini beranjak dari pandangan bahwa pemimpin publik harus mengenali secara tepat dan utuh baik mengenai dirinya mau pun mengenai kondisi dan aspirasi masyarakat atau orang-orang yang dipimpinnya, perkembangan dan permasalahan lingkungan stratejik yang dihadapi dalam berbagai bidang kehidupan utamanya dalam bidang yang digelutinya, serta paradigma dan sistem organisasi dan manajemen di mana ia berperan. Tanggung jawab pemimpin adalah memberikan jawaban secara arief, efektip, dan produktif atas berbagai permasalahan dan tantangan yang dihadapi zamannya, yang dilakukan bersama dengan orang-orang yang dipimpinnya. Untuk itu setiap pemimpin perlu memenuhi kompetensi dan kualifikasi tertentu.

Apabila konfigurasi kepemimpinan terbangun dari tiga unsur yang interdependensial, yaitu pemimpin, kondisi masyarakat termasuk orang-orang yang dipimpin, dan perkembangan lingkungan nasional dan internasional yang senantiasa mengalami perubahan, maka adalah valid jika kita mempertanyakan kualifikasi kepemimpinan atau persyaratan yang diperlukan bagi adanya kepemimpinan yang efektif dalam menghadapi kompleksitas perkembangan dan dinamika perubahan Abad 21

Selengkapnya klik DISINI, download filenya DISINI

Ekonomi Kerakyatan VS Ekonomi Neoliberal 28 June 2009

Posted by wildan in EKONOMI.
Tags: ,
add a comment

dolarjpgPada saat ini, topik tentang ekonomi kerakyatan dan ekonomi neoliberal sedang menjadi bahan perbincangan hangat di seluruh lapisan masyarakat di Indonesia. Hal ini terkait dengan sedang gencarnya maneuver-manuver politik dari para calon presiden dan wakil presiden RI yang akan dipilih pada 8 Juli mendatang. Salah satu bidang yang menjadi daya tarik utama dari persaingan perebutan kursi ini adalah bidang ekonomi. Kemungkinan hal ini dilatarbelakangi oleh adanya kondisi perekonomian global yang sedang mengalami resesi untuk kedua kalinya, walaupun secara kasat mata dampak yang ditimbulkan di Indonesia tidak sehebat krisis pada tahun 1998. Alasan lain dimungkinkan karena adanya salah satu pasangan calon yang dengan getolnya menyuarakan program ekonomi kerakyatan sebagai solusi kondisi ekonomi masyarakat Indonesia yang menurutnya masih banyak yang berada dalam garis kemiskinan.

Manuver ini semakin meruncing seiring dengan adanya pandangan bahwa salah satu pasangan calon merupakan penganut paham ekonomi neoliberal, walaupun dalam deklarasi pencalonannya, pernyataan tersebut telah secara nyata ditolak.

Learn more Here

MANAJEMEN WAKTU 28 June 2009

Posted by wildan in MANAJEMEN PERILAKU.
Tags:
add a comment

duitBetapa seringnya kita mendengar pepatah yang mengatakan ‘Waktu Adalah Uang. Tapi sebenarnya berapa banyak diantara kita yang benar-benar dapat memanfaatkan waktu yang kita miliki dengan sebaik-baiknya? Sebenarnya, jika Anda ingin mengatur kehidupan Anda dan membuatnya menyenangkan, sebagai permulaan yang Anda butuhkan adalah mengatur waktu Anda. Tak perlu dipertanyakan lagi, pengaturan waktu yang efektif merupakan hal mendasar untuk lingkup berbagai wilayah kehidupan. Pada kenyataannya, seringkali terdapat perbedaan antara pencapai kehidupan sejati dan orang-orang yang, meski sibuk, tak pernah sampai pada titik dimanapun.
LECTURE RESUME – Tak mengejutkan kalau dalam seluruhan industri pengaturan waktu jadi sebuah kebutuhan. Tapi jika Anda meninjau lebih dalam, Anda akan dapat melihat bahwa sebenarnya pengaturan waktu tak jauh beda dengan manajeman diri. Karena pada kenyataanya, Anda tak dapat mengatur waktu, tapi Anda dapat mengatur diri sendiri dan apa yang Anda lakukan dalam setiap kesempatan.

Selengkapnya klik Disini, download filenya klik Disini

PENCITRAAN PRIBADI 28 June 2009

Posted by wildan in MANAJEMEN PERILAKU.
Tags:
2 comments

citraBerbicara pencitraan tak lepas dari preposisi seseorang atau organisasi terhadap citranya dimata public sehingga melahirkan sebuah respon positif. Begitu juga akselerasi public terhadap pribadi selalu dapat dilihat dari sejauhmana menampilkan kesan positif yang bisa membangun tingkat kepercayaan terhadap pigur pribadi atau branch image sebuah organisasi.

Masalahnya sering kali terjadi kalau citra membangkitkan kepura-puraan kita terhadap public. Sehingga seolah anda melakukan sesuatu bukan diri kita tapi polesan lipstick. Apa yang kita lakukan hampir sama dengan apa yang kita pikirkan. Anda akan terlihat percaya diri ketika anda berpikir bahwa diri anda pantas untuk memiliki citra anda sehingga ketika anda masuk kesebuah butik atau restoran anda pikirkan tentang jenis pelayanan yang anda terima, cara orang lain menatap anda dengan respect dan segalanya Nampak tepat pada tempatnya bagi anda.

Itulah pemposisian citra anda terlihat akan kuat tapi tidak mencerminkan kearoganan dan kemunafikan didalamnya tapi didalam ada ketulusan hati untuk berprilaku sehingga semua orang akan menangkap citra anda secara positif karena memang anda pantas mendapatkan repect tersebut.

Read more here, file download here